Selasa, 30 September 2014

CERITA RAKYAT

Rapunzel


Pada suatu masa, hiduplah sepasang suami-istri yang sangat menginginkan kehadiran seorang anak, tetapi belum mendapatkan anak seorangpun. Di belakang rumah mereka ada sebuah jendela kecil yang mengarah ke sebuah taman indah yang di tutupi dengan tembok besar dan tak seorangpun berani masuk ke dalam taman tersebut karena taman tersebut adalah milik seorang penyihir yang sangat ditakuti.
Pada suatu ketika saat sang istri berdiri di jendelanya dan melihat ke taman, dia melihat sebuah hamparan kebun yang penuh dengan bunga rampion yang terlihat begitu segar dan hijau sehingga ia menginginkannya teramat sangat. Setelah beberapa hari, karena kecewa dan tahu bahwa ia tidak akan mendapatkan rampion tersebut, ia menjadi sakit dan pucat. Suaminya menjadi cemas dan bertanya, “Ada apa istriku?”. “Ah” jawab istrinya, “jika saja saya bisa mendapatkan rampion dari taman di sebelah rumah.” Si suami yang begitu mencintai istrinya berpikir, “ Apapun yang terjadi, saya harus membawakan rampion untuk istriku.” Maka saat hari menjelang malam, dia pun memanjat dinding taman, cepat-cepat mengambil rampion dan membawanya ke istrinya. Istrinya kemudian membuat salad (sayuran) dan memakannya dengan rasa senang. Istrinya sangat menyukai rampion itu sehingga ia meminta suaminya untuk membawakan dia rampion tiga kali lebih banyak dari sebelumnya.
Sang Pangeran meminta Rapunzel untuk mengulurkan rambutnya ke bawahSuaminya sekali lagi harus masuk ke kebun. Dalam kegelapan malam, ia memanjat dinding, dan saat itulah sang Suami dihinggapi rasa takut karena ia melihat si Penyihir telah berdiri di depannya ."Kamu sungguh berani," katanya dengan marah, "masuk ke kebun saya dan mencuri rampion saya? Kamu akan menderita karena itu!"
"Ah," jawab si Pria malang ini, "Ampunilah saya. Saya hanya melakukannya karena terpaksa. Istri saya melihat rampion Anda dari jendela, dan memiliki keinginan untuk memakannya."
Kemudian si Penyihir yang menjadi sedikit reda amarahnya, berkata kepadanya, "Jika benar seperti yang kamu katakan, saya akan memperbolehkan kamu untuk mengambil rampion sebanyak yang kamu mau, dengan satu syarat, kamu harus memberikan saya anak yang dilahirkan oleh istrimu nanti. Saya akan memperlakukan anak itu dengan baik, dan saya akan berlaku bagaikan seorang ibu untuk anak itu".
Pria malang yang ketakutan ini, menyetujui segala persyaratan si Penyihir, dan ketika bayinya lahir, si Penyihir muncul, memberi nama Rapunzel pada bayi itu, lalu membawanya pergi.
Rapunzel tumbuh menjadi anak yang sangat cantik. Ketika dia berusia dewasa, si Penyihir mengurungnya di sebuah menara yang terletak di hutan, dan tidak memiliki tangga ataupun pintu, kecuali sebuah jendela kecil. Ketika si Penyihir akan naik ke menara, dia akan berdiri di bawah dan berkata:
"Rapunzel, Rapunzel,
Ulurkanlah rambutmu ke bawah untuk saya."
Rapunzel yang memiliki rambut yang sangat panjang dan indah seperti benang emas, ketika mendengar suara penyihir, dia akan melepaskan ikatan rambutnya, menggulungnya pada sebuah kaitan di jendela, kemudian membiarkan rambutnya terulur turun ke bawah, dengan begitu si Penyihir bisa naik ke atas menara.
Setelah satu-dua tahun tinggal di menara, seorang pangeran, berkuda menyusuri hutan dan tiba di dekat  menara. Saat itu sang Pangeran mendengarkan sebuah lagu yang begitu merdu sehingga dia hanya bisa berdiri terdiam dan mendengarkan lagu tersebut. Lagu itu dinyanyikan oleh Rapunzel yang dalam kesendiriannya melewatkan waktunya dengan menyanyikan lagu merdu. Pangeran menjadi sangat ingin untuk naik ke atas menara, dan dia pun mencari pintu menara, tetapi tidak ada satupun pintu yang dapat ditemukan olehnya. Dia lalu berkendara untuk pulang ke rumah, tetapi nyanyian Rapunzel sangat menyentuh hatinya, karena itu, setiap hari ia pergi ke hutan dan mendengarkannya. Suatu waktu, ia berdiri di belakang sebuah pohon, ia melihat si Penyihir yang datang ke sana, dan dia pun mendengarkan penyihir tersebut berkata,
"Rapunzel, Rapunzel,
Ulurkanlah rambutmu ke bawah untuk saya."
Kemudian Rapunzel mengulurkan rambutnya turun, dan si Penyihir pun naik keatas.
"Jika itu adalah cara untuk naik ke atas, saya akan mencobanya nanti," katanya dalam hati, dan pada hari berikutnya, ketika hari mulai gelap, ia pergi ke menara dan berkata:
"Rapunzel, Rapunzel,
Ulurkanlah rambutmu ke bawah untuk saya."
Segera setelah Razunzel mengulurkan rambutnya, sang Pangeran pun naik.
Pada awalnya Rapunzel sangat ketakutan ketika dia melihat seorang pria yang tidak pernah dilihatnya, tetapi  pangeran berbicara dengannya dengan halus layaknya seorang teman, dan mengatakan bahwa hatinya tidak tenang apabila dia tidak melihat Rapunzel setelah mendengarkan Rapunzel menyanyi. Kemudian Rapunzel pun kehilangan rasa takutnya, dan ketika sang Pangeran bertanya apakah dia bersedia untuk menjadi suaminya, Rapunzel melihat bahwa sang Pangeran yang muda dan tampan, dia pun berpikir,"Pangeran ini akan menjadi suami saya dan akan mencintai saya melebihi cinta ibu angkat saya," Rapunzel pun mengiyakan sang Pangeran, dan berkata,
"Aku rela untuk pergi bersama Anda, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya untuk turun. Bawakanlah saya sebuah gulungan sutra setiap kali Anda datang, dan aku akan menenun sebuah tali dengan sutra tersebut, dan ketika tali tersebut siap, saya akan turun, dan Anda bisa membawa saya ke istana Anda."
Mereka berdua sepakat bahwa sang Pangeran akan datang kepadanya setiap malam, karena si Penyihir tua selalu datang di siang hari. Si Penyihir tidak pernah mengetahui apa pun tentang hal ini, sampai suatu saat, Rapunzel berkata kepadanya,"Katakan kepadaku, bunda, mengapa saat saya menarik Anda naik, Anda jauh lebih berat dibandingkan sang Pangeran?"
Dalam sekejap si Penyihir menjadi marah dan berkata "Ah! saya pikir saya telah memisahkan kamu dengan dunia luar, namun kamu telah mengelabui saya!" Dalam kemarahannya dia mencengkeram rambut Rapunzel yang panjang, melilitkannya pada tangan kirinya, mengambil sebuah gunting, dan snip, snip, memotong rambut tersebut sehingga rambut indah itu tergeletak di lantai. Dan dia pun dengan kejam membawa Rapunzel yang malang ke sebuah gurun, di mana ia harus hidup dalam kesedihan dan kesengsaraan .
Pada hari yang sama, setelah mengusir Rapunzel, pada malam hari, si penyihir mengikat rambut yang ia potong tadinya pada kaitan jendela, dan ketika sang Pangeran berkata:,
"Rapunzel, Rapunzel,
Ulurkanlah rambutmu ke bawah untuk saya."
Si Penyihir membiarkan rambut tersebut terulur turun. Saat sang Pangeran naik, ia tidak menemukan Rapunzel yang dicintainya di atas, yang dilihatnya hanyalah si Penyihir yang menatapnya dengan tatapan jahat.
"Aha !" si Penyihir pun mengejek ."Kau akan membawa pergi wanita yang sangat engkau cintai, tetapi sayang burung yang indah itu tidak lagi ada dan bernyanyi di sarangnya. Seekor kucing telah membawanya pergi, dan kucing ini juga akan mencakar matamu, sehingga kamu tidak akan melihat Rapunzel lagi selama-lamanya."
Sang Pangeran merasa terluka dan putus asa, ia pun melompat turun dari menara untuk meloloskan diri dari si Penyihir, tetapi duri di mana ia jatuh menusuk matanya dan ia pun menjadi buta seperti yang telah dikutukkan oleh si Penyihir. Ia pun berjalan dengan mata yang telah buta, tak tentu arah di dalam hutan, tidak makan apa-apa kecuali akar dan buah, dan tidak melakukan apapun kecuali meratap dan menangisi kehilangan istrinya yang tercinta.
Sang Pangeran berjalan tanpa arah dalam keadaan menderita selama beberapa tahun, dan pada suatu saat, tibalah ia di sebuah padang pasir di mana Rapunzel berada. Saat itu, sang Pangeran mendengar suara nyanyian yang sangat akrab didengarnya, dan ia pun berjalan menuju ke arah itu. Ketika sang Pangeran mendekat, Rapunzel yang melihatnya, langsung mengenalinya, memeluknya lalu menangis. Dua bulir air matanya turun membasahi mata sang Pangeran yang buta, dan seketika itu juga, sang Pangeran bisa melihat dengan jelas seperti sedia kala. Sang Pangeran pun membawa Rapunzel ke kerajaannya, di mana mereka tinggal dan hidup berbahagia selama-lamanya.

Mayoret

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mayoret mengambil alih fungsi sebagai Komandan Lapangan dalam sebuah parade oleh drum band STPDN
Mayoret merupakan seseorang yang melakukan aksi tari, atau gerakan dalam suatu penampilan parade drum band dengan menggunakan sebuah tongkat mayoret yang disebut dengan baton. Biasanya mayoret diperankan oleh seorang wanita, namun pada perkembangannya peran mayoret ini bisa pula dilakukan oleh laki-laki, umumnya ditemukan pada grup drum band kemiliteran. Peran mayoret awalnya merupakan asimilasi dari peran pemandu sorak yang diadaptasikan sedemikian rupa dalam penampilan parade drum band untuk menyeimbangkan dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrumen musik (termasuk di dalamnya pemain instrumen musik tiup dan perkusi). Seorang mayoret dapat melakukan berbagai macam aksi dalam penampilannya seperti memutar-mutar tongkat, bayonet, tongkat bendera, ataupun melempar baton. Mayoret kadang-kadang pula melakukan beragam atraksi sulap, ataupun atraksi tertentu untuk menarik perhatian seperti kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, serta melempar hingga empat baton secara bersamaan.[1]
Di Indonesia, peran mayoret dalam sebuah grup drum band tidak hanya terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret lebih sering memerankan sebagai pemimpin, pemandu barisan dalam membentuk suatu formasi dalam penampilan. Terkadang seorang mayoret dapat pula menggantikan fungsi komandan lapangan (dalam bahasa Inggris disebut Field Commander) pada saat-saat tertentu. Beberapa grup marching band di Indonesia masih menggunakan mayoret sebagai salah satu bagian dalam penampilannya, namun dalam perkembangannya keberadaan mayoret mulai ditanggalkan.
One More Night

You and I go hard at each other like we're going to war.You and I go rough, we keep throwing things and slamming the door.You and I get so damn dysfunctional, we stopped keeping score.You and I get sick, yeah, I know that we can't do this no more.
But baby there you go again, there you go again, making me love you.Yeah, I stopped using my head, using my head, let it all go.Got you stuck on my body, on my body, like a tattoo.And now I'm feeling stupid, feeling stupid, crawling back to you.
So I cross my heart and I hope to dieThat I'll only stay with you one more nightAnd I know I said it a million timesBut I'll only stay with you one more night
Trying to tell you "no" but my body keeps on telling you "yes".Trying to tell you to stop, but your lipstick got me so out of breath.I'd be waking up in the morning, probably hating myself.And I'd be waking up, feeling satisfied but guilty as hell.
But baby there you go again, there you go again, making me love you.Yeah, I stopped using my head, using my head, let it all go.Got you stuck on my body, on my body, like a tattoo.And now I'm feeling stupid, feeling stupid, crawling back to you.
So I cross my heart and I hope to dieThat I'll only stay with you one more nightAnd I know I said it a million timesBut I'll only stay with you one more night
Yeah, baby give me one more night [x3]
But baby there you go again, there you go again making me love you.Yeah, I stopped using my head, using my head, let it all go.Got you stuck on my body, on my body like a tattoo.Yeah, yeah, yeah, yeah
So I cross my heart and I hope to dieThat I'll only stay with you one more nightAnd I know I said it a million timesBut I'll only stay with you one more night(Yeah, baby give me one more night)
So I cross my heart and I hope to die (yeah, yeah)That I'll only stay with you one more night (yeah, yeah)And I know I said it a million times (yeah, yeah)But I'll only stay with you one more night (yeah, yeah)

TARI PERSEMBAHAN

Tari Persembahan ( Sekapur Sirih ) Daerah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Jambi

 Tari Persembahan atau sebagian masyarakat  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi menyebutnya sebagai tari “Sekapur Sirih”. Namun tari ini berbeda dengan tari Sekapur Sirih yang ada di Kota Jambi. Tari Persembahan ini berpijak dari tradisi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, baik kostum, gerak, dan musiknya. Adapun tujuan dari tarian ini adalah digunakan pada acara penyambutan tamu kehormatan, sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap tamu.
      Tari “Persembahan” ini, termasuk kedalam tari tradisional kreasi baru. Karena disetiap penampilannya di setiap daerah di  wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, selalu berbeda. Hal ini dikarenakan,
tari kreasi baru merupakan tarian yang berpijak dari tari tradisi yang sudah ada atau sudah lama berkembang di daerah tersebut. Oleh sebab itu, tarian ini diciptakan tergantung kepada si pencipta tari. Biasanya gerak tari persembahan ini, diambil dari gerak tari Rangguk, Iyo-iyo, Asyek dan Rentak Kudo. Kostum yang digunakan menggunakan kostum adat daerah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

        Adapun Jumlah penarinya berkisar 5 - 9 orang,  biasanya berjumlah ganjil dan satu orang sebagai ratu. Musik Pengiring tarian ini adalah, Gendang, gong, dan seruling. Serta diiringi oleh pengasuh tari, atau penyanyi yang menyampaikan pantun2. Pada zaman sekarang ini, tarian ini telah banyak berkembang, mulai dari kostum, musik, serta gerak. Seperti musik, sekarang telah banyak menggunakan alat musik modern yaitu Keyboard.
Penampilan tari persembahan ini dilakukan  di halaman terbuka, dan juga di dalam ruangan, tergantung pada acaranya.
   Tari Persembahan di daerah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dalam penampilannya, memiliki beberapa bagian yaitu
1.    Pembukan
    ` Bagian pembuka ini, yaitu:
a. Pencak Silat
Pencak silat biasanya dilakukan pada awal tari Persembahan, yaitu dilakukan oleh 2-4 orang pesilat, yang dilakukan secara berpasangan. Menggunakan kostum berwarna hitam dan pedang panjang. Biasanya diiringi musik khusus untuk pencak silat.
Pencak Silat Tari Persembahan
Untuk melihat videonya klik di sini http://www.youtube.com/watch?v=kc26wMKULbY

b. SetelahPencak silat selesai, maka para penari dan pembawa cerano (Bujang Gadis) memasuki panggung. Dilanjutkan penyerahan sekapur sirih kepada tamu yang datang.
 Pada saat ini dibacakan pantun :

Para Penari dan Bujang Gadis Memasuki Panggung
Selamat datang bapak Bupati Kerinci beserta rombongan..

Putih kapeh dapat dikimak
Putih hati bakenyataan
Sebagai tando suci
Nyambut kayo ngan datang

Trimolah persembahan sirih sekapur
Dari anak jantan anak batino Kabupaten Kerinci.

Penyerahan Sekapur Sirih Kepada Para Tamu
     2. Tengah
      Pada bagian ini, para penari duduk bersimpuh, dengan gerakan pelan dan lemah lembut.
Bagian akhirnya dibacakan pantuh:

Kok isuk ahi ahad
Ahipun senjo munjelang malam
Bulan bugenti ngan mato ahi

Ukuk sabatang lah kayo isak
Sihih sakapu lah kayo makan
Kini izinkan kami tegak dimunari..

Kami dimunari....
Penyampaian Pantun Tanda Tari Persembahan Kerinci